Anies Baswedan, Penggagas Indonesia Mengajar

Siapa yang tidak kenal dengan "Anies Baswedan"? Bapak Anies Baswedan ini lahir di Kuningan pada tahun 1969. Sekilas tentang beliau, Pak Anies menuntut ilmu di bangku sekolah menengah atas (SMA) selama 4 tahun, hal ini dikarenakan beliau melakukan pertukaran pelajar di Amerika Serikat. . Dari sana beliau mulai membuka pemikirannya bahwa dunia ini luas dan tergugah untuk menjelajahinya. Setelah melanjutkan kuliahnya di Universitas Gajah Mada (UGM) beliau mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat.
Singkat saja, beliau dinobatkan sebagai rektor termuda di Indonesia, dimana beliau menjadi rektor di Universitas Paramadina pada saat berumur 38 tahun. Selain itu pula, beliau pernah dinobatkan sebagai Young Global Leader bersama tokoh-tokoh terkenal dunia seperti CEO facebook yaitu Mark Zuckerberg, pembalap F-1 yaitu Michael Shumacher serta pegolf terkenal dunia Tiger Woods. Beliau juga termasuk dalam 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresgiht di Jepang. 
Tidak salah dunia menganggap beliau termasuk dalam beberapa tokoh inspiratif. Motivasi Pak Anies yang terus belajar dan mengajar membuat beliau tergerak dan fokus dalam dunia pendidikan Indonesia. Dan akhirnya muncul gagasan dari pemikiran beliau membentuk suatu program untuk Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Mungkin ada yang tahu dengan nama program "Indonesia Mengajar", "Kelas Inspirasi", "Indonesia Menyala" dan "Gerakan Turun Tangan". 
Untuk yang paling terkenal dan yang paling terluas jaringan atau luas lingkupnya yaitu program Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar ini dibentuk pada saat saya menduduki bangku SMP kisaran tahun 2010-2011. Dimana Pak Anies mengirim puluhan pemuda dan pemudi sarjana dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah dididik secara intensif untuk mengajar ke daerah terpencil bahkan terpelosok sekaligus di Indonesia kurang lebih selama satu tahun. Ide yang menjadi motif dari Pak Anies untuk membentuk Indonesia Mengajar yaitu janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang telah tercantum jelas di dalam UUD 1945 dan tinggal serta berinteraksi akan memberikan pengalaman hidup serta kepemimpinan nyata, berempati terhadap orang lain. Selain itu, terdapat kelas inspirasi akan tetapi ruang lingkupnya lebih spesifik yaitu di kota-kota terpilih untuk dijadikan tempat mengajar dan belajar. 
Mulai dari SMP saya menjadikan beliau sebagai tokoh inspirasi, disamping saya hidup di keluarga yang basicnya mengajar. Hal ini membuat keterampilan saya yaitu mengajar entah itu menjadi tutor teman sebaya, menjadi relawan pengajar di desa pelosok dikota Jember, guru les dan lain-lain. Dari beliau lah saya mempunyai prinsip "Jika saya dalam berkelompok, saya tahu atau paham apa yang diajarkan oleh pengajar saya, maka semua yang ada dikelompok juga harus tahu dan paham tentang apa yang diajarkan". Dari prinsip tersebut dapat disimpulkan bahwa saya anti individualisme, anti apatis dan anti non empatik, karena bagi saya pendidikan itu hak segala bangsa dan harus diberikan secara merata ke semua kalangan. 
Melihat tayangan di salah satu stasiun televisi nasional "NET TV" biasanya disiarkan cerita-cerita unik dari para pengajar program Indonesia Mengajar, membuat saya ingin berbaur dengan mereka (anak-anak negeri dari pelosok) serta menjadi pengajar bagi mereka. Testimoni dari mereka yang menjadi lebih menghargai orang lain, bersyukur terhadap yang mereka miliki saat ini, dapat melihat kondisi alam indah yang masih sedikit terjamah oleh manusia menjadikan seseorang dapat mengagumi anugerah Allah SWT.
Terima kasih, Pak Anies Baswedan. Sudah membuat Indonesia menjadi semakin menyala!!
Karena saya masih belum bisa mendaftar menjadi bagian dari Program "Indonesia Mengajar" setidaknya saya mulai tergabung dalam "Relawan Nusantara Jember". Hampir sama seperti Kelas Inspiratif yang berdomisili di kota-kota akan tetapi bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, lingkungan dan kesehatan.




“Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan” –Anies Baswedan-

#GiziKlinik2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Ahli Gizi sebagai Pelaku Pemasaran Produk Gizi dan Kegiatan Wirausaha